Share

Coba ingat Lagi, Perjalanan Kita Udah Sejauh Apa?

Coba deh, sesekali kita inget perjalanan kita dari awal sampai sekarang.

Bukan buat menyesali apa yang udah terjadi, tapi buat sadar kalau ternyata banyak banget hal yang udah kita lewati.

Dulu mungkin kita pernah takut masuk sekolah baru. Takut nggak punya teman, takut nggak bisa mengikuti pelajaran, takut nggak bisa beradaptasi.

Tapi sekarang, kita udah menjalani semuanya.

Ada yang dulu cuma teman sekelas, sekarang jadi teman dekat. Ada juga yang dulu dekat banget, tapi sekarang malah jarang ngobrol. Ada yang pernah bikin kita senang, ada juga yang pernah bikin kita kecewa.

Dan semuanya pernah jadi bagian dari hidup kita.

Kalau dipikir-pikir, lucu juga, ya.

Dulu kita pernah nangis gara-gara hal yang sekarang mungkin kelihatannya sepele. Dulu kita pernah takut sama sesuatu yang akhirnya bisa kita lewati. Dulu kita pernah merasa kalau suatu masalah adalah akhir dari semuanya, padahal ternyata kita masih bisa bangun dan menjalani hari berikutnya.

Mungkin kita memang nggak sadar kalau kita udah berubah.

Bukan cuma soal umur atau penampilan, tapi juga cara kita berpikir.

Hal-hal yang dulu kita anggap penting mungkin sekarang udah nggak terlalu penting. Hal-hal yang dulu nggak kita mengerti, sekarang mulai kita pahami. Kita juga mulai sadar kalau nggak semua orang akan selalu tinggal, nggak semua rencana akan berjalan sesuai keinginan, dan nggak semua kesalahan bisa diperbaiki.

Tapi bukan berarti semuanya sia-sia.

Kita pasti pernah melakukan kesalahan. Pernah salah memilih, salah bicara, salah mengambil keputusan, atau mungkin pernah menyakiti orang lain tanpa sadar.

Kadang kita berharap bisa mengulang waktu dan mengubah semuanya.

Tapi kalau dipikir lagi, mungkin kita nggak perlu terus-terusan membenci diri kita yang dulu.

Karena kita yang dulu juga sedang belajar.

Kita yang dulu belum tahu apa yang sekarang kita tahu. Kita yang dulu mungkin belum bisa menghadapi masalah seperti sekarang. Dan justru karena pernah melakukan kesalahan, kita jadi tahu apa yang seharusnya nggak kita ulangi.

Menurutku, itu juga salah satu arti dari berkembang.

Bukan berarti kita berubah menjadi manusia yang sempurna.

Tapi kita jadi sedikit lebih tahu tentang diri sendiri.

Sedikit lebih tahu apa yang kita mau.

Sedikit lebih tahu apa yang harus kita tinggalkan.

Dan sedikit lebih tahu bagaimana caranya menghadapi hari-hari yang akan datang.

Apalagi sekarang kita udah kelas 9.

Sebentar lagi kita lulus.

Rasanya baru kemarin kita masuk SMP, tapi sekarang udah mulai mikirin ujian, TKA, sekolah selanjutnya, teman-teman yang mungkin bakal berpencar, dan pertanyaan seperti, β€œSetelah ini aku mau ke mana?”

Jujur, kadang agak takut juga.

Karena kita nggak tahu apa yang bakal terjadi setelah ini.

Tapi mungkin memang nggak apa-apa kalau kita belum tahu semuanya.

Yang penting, kita udah sampai sejauh ini.

Jadi, kalau suatu saat kalian merasa belum melakukan apa-apa, coba berhenti sebentar dan ingat hal-hal yang udah kalian lewati.

Ingat berapa banyak masalah yang ternyata bisa kalian hadapi.

Ingat berapa banyak hal yang dulu terasa sulit, tapi sekarang sudah menjadi bagian dari masa lalu.

Mungkin kalian nggak sadar, tapi kalian udah berkembang.

Jadi jangan terlalu sibuk memikirkan seberapa jauh orang lain udah berjalan sampai lupa menghargai perjalanan sendiri.

Karena setiap orang punya jalan masing-masing.

Kita nggak harus selalu lebih cepat dari orang lain.

Yang penting, kita terus belajar.

Terus mencoba.

Dan kalau ternyata kita salah jalan, ya udah. Kita bisa berhenti sebentar, evaluasi, lalu cari jalan yang lain.

Karena hidup memang nggak selalu tentang menjadi yang paling hebat.

Kadang, hidup cuma tentang bagaimana kita bisa belajar dari apa yang udah terjadi dan tetap mau melangkah setelahnya.

Jadi…

Coba deh, pikirin lagi.

Kita udah sejauh apa?

Ternyata jauh juga, ya.

Dan perjalanan kita masih sangat panjang dan belum selesai.

Pesan: Jangan lupa untuk selalu bersyukur dalam setiap hall yang kalian alami, karna apa yang kita alami adalah sebuah pelajaran yang suatu saat nanti hanya akan menjadi kenangan/memori

You may also like